I only become a writer if I feel blue. so, I made this little pink to write once in a while. just enjoy it!

12/11/2015

Bukan aku!

Berusaha untuk mengeraskan hati dan tidak peduli.
sulit sekali.
patut untuk di sesali.
karena apa? karena semua berjalan bukan karena kehendak diri sendiri.

Aku seakan menjadi manusia paling munafik di muka bumi.
mengumbar senyum sana-sini.
Lalu bersikap baik seperti mempunyai hati paling suci.

Cuihhh~ aku meludah kepada diri sendiri.
karena apa yang aku lakukan tidak sesuai dengan hati nurani.

Aku tidak tahu apa yang kutulis ini.
Tapi aku menulis hanya untuk mengekspresikan diri.
Bukan untuk mencari sensasi.



Demanozha
Read More

12/09/2015

[Naskah Drama Bertema Kerajaan] Raden Segoro

Naskah drama ini dibuat untuk keperluan praktek smt 2 Seni budaya. Nah untuk naskah drama smt 1 yang temanya narkoba udah aku post juga. Dan untuk yang ini drama nya bertemakan kerajaan. Silahkan copas tapi cantumkan sumbernya ya. Semoga membantu.. dan maaf kalo naskah nya ini sedikit menyimpang dari cerita aslinya. Enjoy^^



* * * * * *
Alkisah, Pada jaman dahulu kala. Di sebuah negara yang di sebut medang kamulan berdiri sebuah keraton yang bernama 'Keraton Gilingwesi' Dengan Rajanya yang bernama 'Raja
Sangyang tunggal'. Raja tersebut hidup tentram, dan damai bersama tiga permaisuri dan seorang putri yang cantik jelita.
*****

Take 1
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Keraton gilingwesi putri Bendoro Gung bermimpi di tidur lelalapnya. Putri bergerak gelisah di tempat tidurnya. Keringat dingin membasahi keningnya. Kemudian
dengan sekali hentakan sang putri terbangun dengan nafas terengah.

Putri : Hahh! Hahh!! Apa maksud dari mimpi itu? Hahh hhh!

Sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruang tidurnya, sang putri meminum segelas air yang terletak di samping ranjang dengan sekali tegukan. Di tengah usaha sang putri mencoba menormalkan pernapasannya Permaisuri 1 satu masuk ke kamar sang putri dengan wajah kawatir.

Permaisuri 1 : Ada apa anakku? Apa ada yang mengganggu tidurmu?
Putri : Tidak apa-apa ibu, aku hanya bermimpi. Maaf menggangu tidurmu bu.
Permaisuri 1 : Apa yang kau mimpikan sehingga kau berteriak seperti itu?
Putri : Aku.. Aku bermimpi kemasukan rembulan dari mulutku bu, lalu bulan itu terus masuk ke dalam perutku dan tidak keluar lagi. Apa maksud
dari mimpiku itu bu?
Permaisuri 1 : Tenang lah putri. Mimpi itu hanya
bunga tidur. Sekarang lekaslah tidur. Jangan terlalu memiikirkannya.
Putri : Baiklah bu.
*****

Take 2
Hari berganti hari berlalu, sejak saat itu sang putri jatuh sakit. Permaisuri 1 melihat sang putri yang tengah beristirahat di ranjangnya dengan
cemas. Permaisuri memutuskan untuk memanggil tabib kerajaan untuk sang putri.

Permaisuri 1 : Prajurit! Prajurit! Cepat panggil tabib sekarang juga!
Prajurit : Baik Ratu!

Prajurit tersebut meninggalkan kamar sang putri dengan terburu-buru. Di tengah perjalanan
prajurit bertemu permaisururi 2 dan 3 yang menghalangi jalannya.

Prajurit : Mohon ampun Ratu! Saya sedang terburu-buru.

Permaisuri 2 : Heh! Dasar prajurit tak tau diri. Tundukkan kepalamu jika berbicara denganku!
Permaisuri 3 : Memangnya kau mau kemana? Kau prajurit permaisuri 1 kan?
Prajurit : Mohon ampun ratu! Permaisuri 1 meminta saya untuk memanggil tabib karena Putri Bendoro Gung jatuh sakit. Saya mohon undur diri.

Sepeninggal prajurit itu. Permaisuri 2 dan 3 saling menatap satu sama lain dengan curiga. Di kepala mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dengan
sang putri.

Permaisuri 3 : Aku mulai curiga adinda! Jangan-jangan Putri itu hamil! Jika benar begitu kita harus segera memberi tahu kepada Raja. Agar Putri diusir dari istana ini.
Permaisuri 2 : Jangan bodoh adinda! Kita harus mempunyai bukti yang kuat untuk persepsi mu itu, atau kita lah yang akan ter usir nanti.
Permaisuri 3 : Adinda! Semua bukti sudah ada di depan mata. Putri akhir2 ini sering memuntahkan makanannya dan perutnya semakin membesar.
Permaisuri 3 : Jika begitu, ayo kita temukan bukti2 itu dan mengusir putri dari istana ini!
*****

Take 3
Tabib memeriksa keadaan putri Bendoro Gung dan memberinya ramuan-ramuan untuk mengurangi rasa mual sang putri. Di sebelah nya
Permaisuri 1 menatap kawatir Sang putri yang terkulai lemah diranjang. Semetara itu tanpa mereka sadari. Permaisuri 2 dan permaisuri 3 berdiri di pintu kamar Putri yang sedikit terbuka, medengar pembicaraan Permaisuri 1 dan tabib dengan sembunyi2.
Permaisuri 1 : Bagaimana keadaan putriku tabib?
Tabib : Mohon ampun ratu. Dengan sangat menyesal saya menyampaikan bahwa putri Bendoro Gung sedang mengandung.
(Di luar kamar Permaisuri 2 dan 3 : HAHH!!????)
Permaisuri 1 : Apa!? Ba-bagaimana bisa tabib? Bagaimana bisa putti bisa mengandung sementara putriku ini belum bersuami?
Putri : Ibu.. bagaimana.. bagaimana.. aku takut.. ayah akan mengusirku bu..
Permaisuri 1 : Tenanglah anakku.. tabib! Tolong rahasiakan ini kepada raja. Kamu mengerti?
Tabib : Baik ratu! Saya mengerti.

Sementara itu tanpa mereka sadari Permaisuri 1dan permaisuri 2 yang berdiri di depan pintu kamar Putri Bendoro Gung tersenyum jahat!
Permaisuri 3 : Benarkan dugaanku! Ayo adinda kita harus menyampai kan ini kepada Raja.
*****

Take 4
Siang itu, Raja sedang mengadakan jamuan dengan menteri-menteri dan petinggi kerajaan Gilingwesi. Sang Raja duduk di kursi singgasana kebanggannya dengan gagah. Di samping kanannya duduk permaisuri 1 dengan raut gelisah. Sementara tak jauh di sebelah kirinya duduk permaisuri 2 dan 3 dengan rencana jahat mereka.

Raja melihat permaisuri 1 yang terlihat pucat.
Raja : Adinda? Apa yang ada di kepala cantik mu ini? Apa kau sedang sakit? Kau pucat sekali!
Permaisuri 1 : Tidak apa2 baginda. Saya hanya butuh istirahat sebentar.

Melihat kemesraan yang terpampang jelas di depan mata. Permaisuri 3 berdiri dari kursinya menghamipiri Raja.

Permaisuri 3 : Raja! Ada yang ingin saya
sampaikan! Dan ini penting!
Raja : Ada apa adinda, Katakanlah..
Permaisuri 3 : Perlu anda ketahui bahwa saat ini putri sedang sakit dan..
Raja : jika hanya seperti itu aku sudah
mengetahuinya. Bagaimana bisa aku tidak tahu jika putri tersayangku itu sakit?

Permaisuri 2 berdiri dan menghampiri raja.

Permaisuri 2 : Sakit? Apa kau yakin? Putrimu itu sedang hamil! Dan bagiamana bisa kau tidak tahu mengenai kehamilan putri tersayangmu itu?
Raja : Permaisuri! Lancang sekali kau menuduh putriku hamil sementara dia belum bersuami?
Permaisuri 3 : Adinda benar, baginda. Kami sendiri yang mendengar pembicaraan Ratu dengan tabib kerajaan yang memeriksa keaadaan
putri.
Raja : APA!!?? PRAJURIT!!? CEPAT PANGGIL TABIB DAN PUTRI BENDORO GUNG SEKARANG JUGA!!?
Prajurit : Baik Baginda!

Datanglah Putri bendoro Gung dengan tabib yang mengikuti di belakangnya.

Tabib : Mohon ampun raja. Ada apa gerangan baginda memanggil saya?
Raja : Apa benar putri bendoro gung sedang mengandung!? Jawab dan jangan berani-berani
kau berdusta padaku tabib!
Tabib : Mohon ampun raja! Benar. Benar bahwa putri saat ini sedang mengandung.
Raja : APAA!???
Putri : Ampun! Ampun ayah! Sungguh saya tidak tahu mengapa saya menjadi seperti ini. Sungguh ayah!
Raja : (batuk-batuk) Siapa ayah dari anak itu putri!!? Apa kau tahu? Kau sudah mempermalukan aku dan kerajaan ini jika orang2 tahu kau hamil tetapi belum bersuami!!?
Permaisuri 1 : Percayalah padanya kakanda. Ampuni dan kasihani lah putri kita.
Permaisuri 2 : Tidak bisa begitu Ratu!! Anakmu itu telah mempermalukan kerajaan ini!? Apa Kata orang2 nanti jika mereka mengetahui putri mengandung tanpa memiliki suami!
Permaisuri 3 : Benar adinda. Aku setuju denganmu. Seorang putri haruslah bersikap anggun dan bijak. Raja. Aku pikir sebelum rakyat mengetahui
tentang kehamilan sang putri. Raja harus mengusirnya dari istana ini!
Permaisuri 1 : Ratu! Bagaimana bisa kau tega mengusir putri dari istana?
Permaisuri 2 : Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika kita hanya mengusirnya Baginda. Kita harus melenyapkan semuanya sebelum hal ini di ketahui oleh semua orang.
Raja : CUKUPP!! Cepat panggil patih
pranggulang!

Datang lah patih pranggulang yang tergesa2 menghampiri Raja di singgasana.

Patih : Ada apa baginda memanggil saya?
Raja : Aku memerintahkan mu untuk membawa putri ke tengah hutan dan bunuh dia! Dan jangan kembali sebelum kau membawa kepala sang putri.

Mendengar perintah Raja tersebut Sang putri Semakin menangis.
Putri : Tidakk!! Ayah! Maafkan aku! Patih! Lepaskan aku! Ibu! Tolong bu..

Permaisuri 1 hanya bisa menatap iba putrinya sangat berbanding terbalik dengan permaisuri 2 dan 3 yang tersenyum puas.
*****

Take 5
Di tengah rerimbunan pohon pinus yang menjulang tinggi, Patih mengikat tangan sang putri yang terduduk pasrah di rimbunnya rerumputan.
Patih : Maafkan saya putri. Ini adalah titah raja.
Putri : Lepaskan! Lepasan! Patih! Apa kau tega membunuhku dan anak tak berdosa ini!!?
Patih : Maafkan saya putri.

Patih menghunus pedangnya
dan mulai memegang leher Putri tersebut, akan tetapi ketika pedang tersebut sampai ke leher sang putri pedang tersebut terjatuh ke tanah. Setelah kejadian tersebut sang Patih termenung dan berpikir bahwa hamilnya Putri tersebut tentu bukan dari kesalahannya.

Patih : Baiklah. Saya menyerah Putri. Saya yakin hamilnya Putri bukanlah akibat dari kesalahan Putri. Sudi kiranya putri mengikuti saya untuk menghidar dari Raja.
Putri : Terimakasih patih pranggulang! Aku ikut denganmu! Selamatkan aku dan anak tak berdosa ini.

Untuk menyelamatkan sang putri, agar orang-orang di istana tidak mengenalinya Patih Pranggulang menyamar dan mengubah namanya menjadi Kiyai Poleng. Kiyai Poleng membawa sang putri ke laut dan menghanyut kan nya bersama perahu kecil.
Kiyai : Hiduplah dengan tenang putri! Rawatlah anak itu dengan baik!
Putri : Terimakasih! Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk merawat anak ini patih!
Kiyai : Jika kau butuh bantuanku hentakkan kakimu ke tanah dan panggil namaku putri, maka aku akan datang dan menolongmu.
Putri : (Tersenyum)
Hanyutlah perahu kecil yang membawa sang putri bersama dinginnya ombak laut menuju pulau Madhu Oro.
*****

Take 6
Setelah terdampar di sebuah pulau bernama pulau Madhu Oro Kini sang putri dengan Raden segoro hidup dengan tenang di pulau itu. Hari demi hari berlalu Raden Segoro makin tumbuh sehat di tempat itu. Suatu malam tiba perahu-perahu dagang yang berlalu lalang di laut itu serta pedagang2 dalam perahu itu mampir berlabuh disana.
Pedagang 2 : Permisi, adakah orang di sini?
Segoro : Ada apa pedagang? Ada yang bisa kami bantu?
Pedagang 1 : Tidak nak, kami hanya mampir dan ingin beristirahat. Siapa namamu nak?
Segoro : Namaku Raden Segoro. Tunggulah sebentar aku akan memanggil ibuku.
Akhirnya pedagangan itu pun beristirahat di Rumah Raden Segoro selama 3 hari. Di hari kepulangannya dari rumah Raden Segoro Pedagang itu memberikan hadiah untuk Raden Segoro.
Pedangang 2 : Ini.. ambilah. Nak, pemberian yang tidak seberapa dariku ini. Gunakankanlah untuk kebaikan.
Segoro : Terimakasih atas hadiah yang kau berikan padaku, aku janji akan menggunakan ini untuk kebaikan.
Putri : Terimakasih atas hadiahnya, tidak usah repot-repot
Pedagang 1 : tidak merepotkan putri, baik kalau begitu saya pergi dulu.
Putri : iya silakan.
*****

Take 7
Suatu hari, Raden segoro mulai berani bermain-main agak jauh dari ibunya bahkan hingga ditepi pantai. disaat bermain ditepi Iaut datangkah dua ekor ular naga yang teramat besar mendekatinya. Dengan rasa ketakutan ia berlari menuju ibunya.
R segoro : ibu!!  Ibu!! Di pantai ada 2 ekor naga! Naga2 itu Besar sekali!!
Putri : Tenanglah anakku! Aku akan memanggil Kiyai Poleng untuk mengusir Naga2 itu.
Tak lama kemudian tiba-tiba saja kiyai poleng muncul. Kmenyuruh Raden segoro untuk menemui dan membanting naga2 itu ke tanah
Kiyai Poleng : Segoro.. Mendekatlah dan lempar naga2 itu ke tanah!
R Segoro : Aku takut Ki, naga itu sangat besar.
Kiyai : Lempar naga-naga itu, jika tidak mereka akan membahayakan mu dan ibumu.
karena paksaan tersebut akhirnya Raden Segoro memenuhi permintaan tersebut. Kemudian dipegangnya dua ekor naga raksasa tersebut dan dibantingkannya ke tanah. Seketika itu juga dua ekor ular naga raksasa tersebut berubah menjadi dua bilah tombak. Kedua bilah tombak tersebut kemudian diberikan kepada Kiyai poleng untuk dibawa menghadap ibunya raden Segoro.
Kiyai poleng : Tombak ini bernama Kijahi Nenggolo dan ini bernama Kijahi Aluquro.
*****

Take 8
Sementara itu. Negara Mendangkawulan sedang terjadi peperangan dari China. Raja medangkamulan berdiri dengan angkuh bersama pasukan2nya di depan raja china yang membawa serta permaisuri dengan prajurit yang tidak kalah banyak.
Raja China : Menyerahlah Medangkamulan! Serahkan daerah kekuasaanmu maka aku akan membiarkan rakyatmu hidup.
Raja Medang : Hadapi dulu aku, jika kau ingin memiliki itu semua!
Ratu China : Liat saja Raja medangkamulan! Kau tidak akan bisa mengangkat dagu mu tingi2 ketika pasukan kami menyerang pasukanmu!
Dengan hitungan detik prajurit Gilingwesi Dan Raja china saling menghunuskan pedang ke masing2 lawan mereka. Pada akhirnya Didalam peperangan tersebut Raja Mendangkawulan berkali-kali kalah sehingga rakyatnya hampir habis terbunuh.
*****

Take 9
Didalam keadaan bingung dan susah tersebut, suatu malam ditengah kegelisahan. Raja mendangkawulan bermimpi.bertemu dengan orang tua.
(Raja : Siapa kauuu?
Orang tua : Wahai baginda Raja, Jika kau ingin menyelamatkan kerajaanmu datangalah ke arah barat daya di pulau Madhu oro. Disitu berdiam seorang anak muda bernama raden Segoro. Mintalah pertolongan darinya.)
Keesokan harinya Raja memerintahkan pepatihnya supaya membawa beberapa prajurit ke Madura sesuai dengan Mimpinya tersebut.
Raja : Patih!!! Cepat bawa Raden Segoro! Katakan aku ingin menemuinya!
Patih : Baik Baginda.
Sesampainya di Madura, Pepatih langsung menemui Raden Segoro yang sedang duduk di teras rumahnya dengan ibunya.
Prajurit : Raja memberikan kami perintah untuk menjemput Raden Segoro untuk ikut menyelamatkan kerajaan yg saat ini berperang melawan negara china.
Putri : Kenapa harus anakku? Dia belum pernah berperang sebelumnya.
Prajurit : Maafkan kami. Ini adalah titah Raja. Dan kami hanya melaksanakan perintah.
R Segoro : Ibu. Ini adalah titah raja. Aku akan pergi bersama Kiyai poleng yang mendampingiku.
Putri : Baiklah.
Kemudian berangkatlah Raden
Segoro, Kijahi Poleng serta prajurit kerajaan menuju Kraton Mendangkawulan dengan membawa pusaka tombak Kijahi Nenggolo. Kijahi Poleng ikut serta akan tetapi tidak kelihatan oleh yang lain kecuali Raden Segoro.
******

Take 10
sesampainya di negara tersebut, Raden Segoro langsung berperang dengan tentara china dengan didampingi oleh Kiyai Poleng.
Kiyai Poleng : Segoro! Lemparkan Pusaka itu ke sarang prajurit China.
Segoro : Baik kiyai!
Sementara itu salah satu prajurit China yang menyadari kedatangan Raden Segoro berteriak.
Prajurit China : Awaaas! Kerajaan medang kamulan mulai menyerang!
Raja china : Atur posisi! Jangan sampai mereka masuk ke wilayah kita!
Raden Segoro Menancapkan pusaka itu ke wilayah Prajurit China. Sebagian dari tentara China mati dan tidak lama kemudian Prajurit yang masih hidup lari meninggalkan negara Mendangkawulan, beserta Raja China dan permaisurinya.

Take 11
Raja Mendangkawulan mengadakan pesta besar untuk merayakan kemenangan perang dan memberi penghormatan besar kepada Raden Segoro.
Raja : Kau telah berjasa karena dengan gagah berani melawan pasukan kerajaan China. Aku sebagai Raja dari kerajaan Medangkamulan memberi gelar "Raden Segoro alias Tumenggung Gemet" untukmu.
Segoro : Terimakasih baginda. Aku merasa terhormat, karena kau memberiku gelar itu.
Raja : Dan juga. Segoro. Aku berniat akan menikahkan putriku dengan mu. Untuk itu aku ingin bertanya. Siapakah gerangan nama ayah dan ibumu.
RSegoro : Mohon ampun baginda, ijinkan saya untuk kembali ke pulau madhu oro untuk menemui ibu saya dan menanyakan nama ayah saya.
Raja : Baiklah. Aku perkenankan kau pergi.
*****

Take 12
Setelah sampai di pulau Madhu Oro. Raden Segoro bergegas menemui Ibunya yang sedang menampah beras di dapur rumahnya.
Segoro : Ibu.. aku datang!
Putri : Oh anakku, apa kau hidup dengan baik di sana? Ibu sangat merindukannmu.
Segoro : Sangat baik bu, kedatanganku kesini ingin membawakan kabar gembira.
Putri ST : Apa itu anakku?
Rsegoro : Ibu, karena aku telah berhasir mengusir Raja China bwserta prajuritnya  Raja memberiku gelar Tumenggung gemmet dan berniat menikahkan putri nya denganku.
Putri : Benarkah? Ibu merasa senang. Baik sekali Raja itu.
Segoro : Raja juga menanyakan siapa ayahku. Ibu.. siapa sebenarnya ayah ku?
Putri : A-pa? Kenapa menanyakan hal itu tiba2?
Segoro : Raja menanyakan hal itu bu.
Putri : A-yahmu a-dalah seora-ng siluman, segoro.
Mendengar hal itu Raden segoro Kaget, makaseketika itu pula lenyaplah Putri sangyang tunggal danbm Radensegoro beserta rumahnya yang disebut dengan sebutan Kraton Nepa.


*SELESAI*




Original story By. Demanozha
Read More

11/12/2015

[Puisi] Diam Mu..

Kau diam
Kau membisu
Bersama denting waktu
Yang menyesakkanku
Hanya aku dan kamu
Yang tahu
Jauh tak tersentuh anganku
Haruskah aku berbalik
Dan pergi dari dekapan sorot matamu?
Aku terhempas
Aku jatuh
Di tengah bingarnya candaan
Aku butuh sunyi
Aku butuh sepi
Aku butuh jatuhnya hujan
Agar aku sendiri
Agar tak seorangpun tahu
Ada yang sakit disini.

Ku pandanginya
Lalu tersenyumKu
Kulewatinya
Lalu berdebar hatiku
Mataku yang selalu menuntunku
Untuk sekadar menatap punggungnya
Disaat langkah kakinya melewati bayangku
Aku hanya termenung
Menunduk
Sementara dengan pasti kaki panjangnya bergerak menjauhiku




Demanozha
Read More

Aku Ingin..

Aku tidak ingin perpisahan yang banyak menorehkan luka. 

Aku tidak ingin perpisahan mengubah kenangan indah menjadi memori yang harus di buang tak tersisa.


Tapi Aku ingin sebuah perpisahan yang mengantar rindu.


Aku ingin perpisahan yang mengingatkan kita akan indahnya masa lalu.


Agar ketika kita bertemu nanti, akan ada pengikat yang menegaskan. Jika kita pernah bersama, dulu sekali.




Demanozha--
Read More

[CERPEN] LOW BATT!!?

Aku menutup buku tebal, dengan tulisan MATEMATIKA di bagian depannya itu dengan sebal. Sudah 30 menit berlalu dan aku hanya mampu mengerjakan 1 soal dari 15 soal yang ditugaskan bu Ifa tadi pagi. Tanganku mencoba meraih ponsel di dekat nakas tempat tidur, memeriksa apakah ada notifikasi BBM, Sms atau semacamnya. Tapi setelah menekan tombol lock in, tidak ada satu pemberitahuanpun yang aku temukan. Aku mendesah kecewa. 

Biasanya akan ada bbm, sms, atau missed call dari nya. tapi seharian ini dia seperti melupakan kebiasaan-kebiasaan itu. siapa yang tidak kesal!? cowok itu kenzy. Aku tidak harus menelponnya duluan kan? atau mengirim sms untuknya dan menanyakan kenapa tidak menghubungiku seharian ini? oho. jangan harap aku melakukan hal itu. harga diri diatas segala nya, dan itu adalah prinsip yang haram untuk di langgar. 

Tapi, kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa tenang, tidak akan bisa mengerjakan peer matematika yang bahkan belum ada setengah soal yang sudah aku kerjakan. Tapi.. jika aku meng-kontaknya lebih dulu. Dia jadi besar kepala. Ahh.. oke-oke akan aku pikirkan.

Setelah memikirkan matang-matang tentang keputusanku ini. Dengan menekan segala rasa gengsi dan malu. Aku mulai mengetikkan SMS ku untuknya. Dann baiklah, sebuah pantangan untukku melanggar prinsip yang aku buat. Tapi untuk sekali.. ini saja.. sekali... sekali.. aku melangar prinsip itu untuk seseorang yang menyebalkan seperti kenzy. Hahh. 

 'Kamu kemana aja sehariaan ini..'
Ahh tidak! Tidak! Terlalu overacting.
 

'Tumben nggak sms. Biasanya kan sms..'
Ah nggak! Nggak! Ini seperti alu berharap mendapat sms dari nya
 

'Lagi sibuk ya?'
Nahhh.. okee ini cocok..


Aku mencari kontak dengan nama Kenzy. Menimbang-nimbang. Kirim tidak yaa? Ahh kirim sajalah, dengan hati-hati aku menekan tombol send dan tidak melepaskan tombol itu beberapa detik. Setelah di rasa cukup yakin dengan keputusannku kemudian aku menghitung mundur jariku untuk melepas tombol send itu..3..2..1.. sendd! 

Ehh tapi... krikkkk.. krikkk dup! Ponselku tiba-tiba berbunyi dengan layar yang berkelap kelip, kemudian mati mengenaskan... sialllllll beteraiku low bathh!!
Read More

[NASKAH DRAMA] Duniaku Kelam, Karena NARKOBA!



ALERT!!! THIS IS ORIGINAL STORY FROM DEMANOZHA!

DON'T COPY PASTE WITHOUT PERMISSION! THANKSS~

  Dalam rangka ujian praktek Seni Budaya. Dengan ini saya menciptakan sebuah karya naskah drama yang memnag banyak sekali kekurangannya dan harus ada perbaikan sana sini tapi.. yang penting kan udah berusaha.  mau naskah nya gak nyambung atau jelek itu bukan kehendak saya. wkkwkwk

  • JUDUL : Duniaku Kelam, Karena NARKOBA!
  • PENOKOHAN :

Riska Pecandu
Wulan Teman Dekatnya Riska
Anis Pengedar (Temennya Via)
Via Pengedar (Temannya Anis)
Erni Guru
Novi Teman Anis & Via (Pecandu)
Desca Ibu nya Riska
Yanti Polisi
Dika Ayah nya Riska
Fidri Polisi


  • SINOPSIS :

Riska adalah pribadi yang ceria. Dia sangat homoris, dan bersahabat. Tetapi hidupnya tiba-tiba berubah setelah satu persatu orang yang di sayanginya pergi meninggalkan dirinya. Di mulai dengan perceraian kedua orang tuanya, sampai kepada kenyataan bahwa Aldi, terpaksa harus pindah ke luar ke kota mengikuti orang tuanya. Beruntung sahabatnya, Wulan  masih setia menemani kesendiriannya. Tetapi Riska merasa semua telah berubah, maka dirinya juga harus berubah. Cerita ini berawal dari perkenalan Riska dengan Via Dan Anis, teman sekelas yang sebelumnya tidak pernah bertegur sapa dengannya. Namun dengan tiba-tiba  berteman dengannya. Bersama Via Dan Anis Riska memulai kehidupannya yang berbeda, yang gelap dan penuh dengan Tawa yang berselimut penyesalan..

 -00000-

      Take 1
Suatu pagi, tepatnya di kelas 11 IPA 4 Sedang riuh-riuhnya. Kebetulan jam ke 2 hari ini bu Matus sedang absen karena keperluan medadak. Terlihat tiga orang siswa perempuan tengah bergosip ria di pojok belakang kelas.
Anis : eh gimana? Nanti jadi kan hang out nya?
Via : Jadi dong, jam 8 malem oke. Nanti lo jemput gue ya. Eh lo ikutan kan ris?
Riska : Liat nanti ajadeh.
Anis : Yah kok gitu sih, ikut dongg gak seru nih!
Riska : Iyadeeh
Wulan, yang memang tak senang dengan kedekatan mereka bertiga, mengamati mereka dari kejauhan. Dari tadi dia terlihat jengah mendengar obrolan mereka bertiga, dengan menghentakkan kakinya,  akhirnya Wulan datang menghampiri meja ketinganya dan menggebrak meja keras-keras.
Wulan : eh cukup ya lo berdua! Mau lo apasih? Dan lo ris, apa tadi gue gak salah denger? Hang out? Keluar malem sampe jam 8 aja lo gak di ijinin sama mama-papa lo, apalagi sama orang gak jelas macem mereka berdua ini!
Via Dan Anis melihat Wulan dengan tatapan setajam pisau. Sementara Riska hanya menatap Wulan lurus-lurus dan merasa tersindir dengan ucapan Wulan yang menyebut tentang mama-papanya.
Riska : Ya itu dulu. Sekarang nggak! Mau gue nyemplung ke sungai atau pergi ke kutub utarapun mereka ga akan repot-repot nyariin gue.
Riska pergi meninggalkan Wulan yang tidak bisa membalas ucapan nya. Sementara Via Dan Anis menyunggingkan senyum mengejek penuh kemenangan ke Arah Wulan.

·         Take 2
Saat pulang sekolah, saat Riska tidak bersama dengan Via Dan Anis, Wulan mencoba mencari kesempatan untuk berbicara dengan Riska. Sejak mengenal Via Dan Anis, Riska berubah, tidak seperti dulu. Riska selalu menceritakan segala sesuatu nya pada Wulan, tapi akhir2 ini Riska seperti menghindari bahkan mengacuhkan Wulan.
Wulan : Ris tunggu!.. Ris..! Gue mau kita bicara! Ris..!
Riska : Apa? Gue kasih waktu lo 1 menit kalo lo belum bicara gue cabut. 
Wulan : Lo kenapa sih?
Riska : Maksud lo?
Wulan : Lo menghindar dari gue akhir-akhir ini, dan yang gue liat lo udah mulai deket sama Via dan Anis. Lo tau kan reputasi mereka berdua itu kaya apa? 
Riska : Oh ya? Lo ngerasa gitu? Yang lo liat itu bener kok. Dan soal reputasi, gue sama sekali gak mempermasalahkan reputasi mereka. Lagi, gue cuma butuh temen yang gak nusuk kayak elo!
Wulan : Lo masih marah sama gue soal itu? Plis ngertiin posisi gue saat itu ris, gue..
Riska : Stop! Stop! Udah! Lo pikir gimana perasaan gue kehilangan orang yang paling gue sayang dalam waktu bersaan? Dan lagi, lo! Lo salah satu orang yang bikin seseorang itu pergi!? Lo pikir gimana bisa gue gak benci sama elo?
Wulan : Its oke kalo lo emang benci sama gue Ris, tapi lo harus tau Via sama Anis bukan temen yang baik buat lo, semua orang tau kalo mereka berdua itu...
Riska : Udah ya Er! Gausah lo sok peduli lagi! Gausah deket-deket! Gue lagi! Semua udah berubah Lan! Dan semua ini gara gara lo!




·         Take 3
Brak!!
siang ituSaat riska membuka pintu depan rumahnya, terdengar suara benda yang jatuh dari arah Dapur dan kemudian disusul oleh teriakan mamanya, Riska menghela napas panjang dan kemudian memutuskan untuk berdiri di tembok yang membatasi Ruang tamu dan Dapur, menguping pembicaraan orang tuanya.
Desca : Aku udah capek ya! Aku disini kerja buat melunasi utang-utang kamu di bank! Belum lagi masih ngurus apa-apa yg ada dirumah! Kamu pikir itu nggak sulit!?
Dika : Mau bagaimana lagi ma? Itu kan sudah kewajiban kamu sebagai seorang istri! Lagian siapa yang tau kalo ternyata orang itu penipu dan bawa kabur uang papa!?
Desca: Ya! Itu salah papa! Karna tidak mau membicarakannya terlebih dahulu! Kita mau mencari kemana uang sebanyak itu pa..
Dika : cukup ya ma! Papa juga udah capek! Dan mama harus tahu itu!
Riska : Ma..
Desca: Kamu! Kamu kemana saja jam segini baru pulang?
Riska : Emang penting ya aku jawab?
Desca : Riska!! Kamu pikir kamu sedang berbicara dengan siapa? Ha?
Riska: Mah, mama nggak ngerasa udah keterlaluan? Aku disini ma! Pa! Sampe kapan mama sama papa ngangep aku patung berjalan dan lebih milih uang uang uang!!
Papa : bukan gitu, papa lagi dapat musi...
Riska : nggak! Dari dulu kalian emang nggak pernah peduli sama aku!
 Desca: Riska! Masuk. Kamar kamu. Sekarang.!!
 Riska: dengan senang hati. Oiya satu lagi. Aku mau tidur siang, jadi bisa kan kalian kalo mau berantem jangan keras2 oke?
Desca : Riska!!!

·         Take 4
Malam itu, jam 8 malam. Anis datang ke rumah Via, mereka berbincang dengan serius di kamar Via.
Via : Lo yakin ini bakal berhasil?
 Anis : Tenang dong lo, kalo lo gugup duluan gitu, rencana kita ga akan berhasil. Gimana sih lo.
Via : Ah elo nih! Kalo jual barang gitu sih gue udah sering lagi jadi santai, tapi kalo maksa orang buat make, gue. belum berpengalaman!
Anis : Terserah deh, pokoknya malem ini kita harus berhasil. Gue udah lama banget soalnya sakit hati sama tuh cewe.
Via : Iya udah yuk, cabut sekarang nih?
Anis : Iyadong, eh lo udah bilang rencana kita ini ke Novi kan?
Via : Semua rencana udah beres, tinggal nunggu di eksekusi!
Anis : Bagus!
·         Take 5
Setelah menempuh perjalanan dengan mobil jazz milik anis hampir 30 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah kopleks perumahan elit yang cukup lenggang, Riska menatap sekelilingnya bingung.

Anis : Rumah temen gue, dia lagi ngadain pesta dirumahnya.
Riska : (Mengangguk)
 Via : Yuk masuk!
Anis, Via, dan Riska memasuki sebuah rumah minimalis berwarna putih gading dan berpagar tinggi itu. Sayup-Sayup terdengar suara musik house, yang begitu menyentakkan telinga ketika Anis, membuka hadle pintu rumah itu.
Anis : Hey Nov! Udah lama?
Novi : Ah elo! Enggak kok, cuma kesemutan dikit dari tadi nungguin elo.. eh siapa nih ?
Via : temen kita dong, lagi suntuk. Makanya gabung.
 Novi : Lo apain sampe dia mau ce-es an sama lo-lo berdua?
Anis : Lo pikir kenapa? Ah udah deh, eh kok sepi sih? Malem ini cuma kita berempat nih?
Novi : Iya, Eris sama dayang-dayang nya batal dateng, mau nyari suasana baru katanya, tau deh! Anis : Kaya gatau Eris aja! Eh Vi ambil gih barang nya!
Via : Okee bentar bentar ada di mobil.
Riska : Barang Apaan sih?

Anis dan Novi saling berpandangan.

Novi: Udah, lo pasti suka kok. Eh iya kita belum kenalan gue novi. Lo?
Riska: Gue Riska, Eh gue..
Via : Ini diaa!! Lets Party tonight!
Riska : Ini apa?
Novi: Lo cobain dikit deh, tinggal lo minum doang kok. Kalo lo tetep nggak suka, kita nggak bakal maksa.
Anis: Iya lo nggak asik banget sih!
Via: Iya nih cobain aja dulu!
 Riska: Oke oke.. gue coba. Tapi dikit aja ya?
Novi: Sip nih buat elo ris!
Riska: Lo berdua  nggak minum ?
Novi : Mereka kebagian nyediain barang ris.
Riska: loh kok..
Via: Udah lo minum aja gih, gue sama Anis cuma sebagai produsen di sini.

Kemudian Riska meminum segelas air yang di berikan oleh Novi tadi.

Novi : Gimana2 enak kann?
Riska : Gue pusing, tapi gue kok ngerasa enteng ya, maksudnya kayak gak punya beban gitu, lebih bebas. Minuman apaan sih? Lo punya lagi gak?
 Novi : nah kan! Kena juga lo! Vitamin biasa, kalo lo lagi pengen, nih cunguk dua punya cadangan banyak!
Riska : Eh masa? Lo berdua kok gak pernah cerita punya barang bagus kaya gini.
Anis : ini udah! Cerita! Udah lo cobain malah!
Via : kalo lo butuh, tinggal order aja ke gue. barangnya Ready kok!

Semenjak saat itu Riska makin sering pergi dengan bertiga dengan Via dan Anis, terkadang Juga berempat, jika novi ikut bersama mereka. Semenjak itu pula Erni merasa Riska jadi semakin berubah, malah lebih parah. Riska terkadang juga sering bolos, sekalinya masuk malah tidur di kelas.

·         Take 6
Pagi itu suasana kelas XI MIPA 4 tertib dan damai, Bu Erni yang mengajar Biologi tengah menjelaskan materi tentang Sel pada manusia. Bu Erni menghentikan penjelasannya dan menatap tajam seseorang yang tengah menelungkupkan kepalanya ke atas meja.

B. Erni : Kamu yang disana!  (melempar penghapus papan)
Riska : Aduh siapa nih yang ngelempar ? Cari mati ya? Elo ya cup? Atau elo ya dro?
B. Erni : Saya yang melempar! Mau apa kamu?
Riska : Ibu nih kalo kepala saya benjol terus geger otak gimana? Ibu mau tanggung jawab?
B. Erni : Saya liat bukan cuma sekali dua kali kamu tidur di kelas, jangan karena kamu peringkat satu, kamu bisa seenaknya, kesopanan juga di nilai dalam.. hei Riska! Mau kemana kamu!? Riska kembali sekarang!
Wulan yang menatap kejadian itu, hanya menatap Riska dengan sedih.


·         Take 7
Melihat perubahan sikap Riska yang semakin hari semakin keterlaluan, Setelah bel istirahat berbunyi Wulan langsung memutuskan untuk pergi ke ruangan bu Erni.

Wulan : Permisi bu, assalamualaikum
B. Erni : Ada apa Wulan? Mari silahkan duduk.
Wulan : Saya ingin membicarakan tentang Riska bu.
B. Erni : Oh tentang anak itu, ibu maklum saja.karena yg ibu dengar ortu Riska akan bercerai dalam waktu dekat ini.
Wulan : Iya bu saya juga tahu, tapi Riska berubah banyak sejak dia berteman dengan Via dan Anis. Saya pikir ada sesuatu di antara mereka.
B. Erni : Jika seperti itu, kamu mau kan bantu ibu?
Wulan : Akan saya lakukan, bu.
B. Erni : Tolong kamu awasi mereka bertiga, jika ada sesuatu yang menurut kamu aneh, kamu bisa langsung menghubungi ibu.
Wulan : baiklah bu, akan saya coba. Kalau begitu saya kembali dulu.
B. Erni: Baiklah terimakasih wulan.


·         Take 8
Siang itu disekolah Riska merasakan tubuhnya menggigil, kulitnya pucat, matanya juga sayu. Riska yakin penyebab dia tidak enak badan seperti ini pasti karena hari ini dia belum meminum minuman vitamin dari Via dan Anis itu, Riska langsung bergegas ke kamar mandi setelah tadi, diberitahu agung jika Via dan Anis ada di kamar mandi. Sesampai nya di pintu kamar mandi, Riska menghentikan langkahnya setelah mendengar seseorang yang menyebut namanya di dalam, dan jelas itu adalah sauara Via dan Anis.
Via : Lo yakin dia peringkat satu dikelas? Ngebedain drugs sama vitamin aja oon banget!
Anis : Gak tau deh gue! Tu anak ternyata emang gampang banget di singkirin. Tau gitu udah dari dulu gue sodorin narkoba!
Via : Frontal banget sih lo! Jangan keras2 dong! Usaha gue jadi kacau ntar.
Anis : Gila lo usaha apaan? Jual barang haram gitu lo bilang usaha?
Via : Punya gue limited tau! Ekspor dari luar negeri langs....
BRAKKKKK!!! Tiba- tiba riska masuk menatapp tajam Via dan Anis.
 Riska : Maksud lo apaan? Narkoba? Heh apaan maksud lo? Ha?
Anis : Apaan sih lo lepasin nggak! Via : Ris, tenang ris.. lo tenang dul..
Riska : Tenang.. tenang jidat lo? Lo ngumpanin gue ya? iya? Lo nyodorin gue barang itu dan.. Anis : Dan lo suka! Gue nggak tau ya lo pura2 bego atau emang udah bego sampe ga bisa bedain mana vitamin dan mana narkoba!?
Riska : Gue nggak tau! Lo tuh ya! Lo punya masalah apa sih sama gue?
Via : Udah dong Ris, nis.. aduhh pusing gue!
 Anis : Salah lo? Salah lo banyak ris! Lo tau? Gue muak karena gue selalu jadi yang kedua di kelas! Dan lo selalu jadi yang pertama! Dulu Lo juga udah ngerebut Aldi dari gue! Apasih bagusnya lo? Siapa sih lo? Hah?
Riska : Gue pikir kalian berdua...akhh!
Via: Eh ris, ris.. lo kenapa? Riss!?
 BRAKKK!!
Tiba-tiba muncul dua orang wanita menodongkan pistol ke arah mereka. Anis dan Via refleks mengangkat tangannya, sementara Riska jatuh terduduk di lantai kamar mandi.
Yanti Dan Fidri : Angkat tangan kalian!
Anis : Hehh!? Apa-apaan ini, saya salah apa!?
Yanti : Kalian bisa menjelaskan semua nanti di kantor polisi
Mau tidak mau Anis dan Via di bawa oleh kedua polisi wanita tersebut, sesaat setelah itu  Bu Erni,  wulan dan juga Desca masuk ke kamar mandi dan menghampiri Riska yang sudah lemas dan pucat.
Desca : Riska, kamu kenapa bisa seperti ini sih Ris.. Ka maafin mama sayang..
 Bu. Erni : Ibu harus tenang, sebaiknya kita membawa riska ke rumah sakit, sekarang.

·         Take 9
Akhirnya Riska, di bawa ke rumah sakit, Setelah menjalani pemeriksaan total dan tes urin, ternyata Riska memang positif menggunakan narkoba. Desca langsung memeluk Riska yang juga terkejut dengan hasil tes tersebut.
Riska : Maaf ma maafin Riska, Riska salah ma.
Desca : Bukan salah kamu. Ini juga karena mama yang jarang perhatiin kamu. Kamu pasti bisa! Mama yakin!
Yanti : Maaf bu, Sodari Riska harus kami bawa ke kantor sebagain saksi atas Kasus pengedaran Narkoba.
Desca : Tapi anak saya ini korban bu..
Riska : Ma, udah.. mama percaya kan sama aku?
Desca Mengangguk.  Akhirnya Riska, Di bawa ke kantor polisi untuk selanjutnya di mintai keterangannya.

·         Take 10
Pada akhirnya Via dan Anis Terbukti bersalah dan harus mempertangung jawabkan perbuatannya di penjara, dan terpaksa harus berhenti sekolah. Sementara Riska di rehabilitasi untuk masa penyembuhanya. Sebelum berangkat Riska Berpamintan kepada kedua orang tuanya yang setelah kejadian itu memutuskan untuk tidak bercerai dan mengutamakan kesembuhan Riska.
Riska: Ma, Pa..
Mama: Mama percaya kalo kamu pasti bisa!
Papa: Kami di sini menunggu kamu, nak.
Riska tersenyum, kemudian matanya beralih ke ke Wulan yang juga menatapanya tersenyum. Riska : Maafin gue ya..
Wulan : Cepet balik ris, banyak yang pengen gue ceritain ke elo.
Riska : bisa aja lo. Lo juga. Semangat belajarnya.
Kemudian mereka semua tersenyum.

“Tidak semua cerita berakhir bahagia. Namun, barangkali kita memang harus cukup berani memilih; bagaimana akhir yang kita inginkan. Dan, percaya bahwa akhir bahagia memang ada meskipun tidak seperti yang kita duga’ – Happily Ever After

Read More

4/11/2015

All About Time

Aku bertanya pada mereka.
Sesuatu yang patut kutanya.
Yang seharusnya mereka tahu jawabannya.

Ku mengira kita benar
Ku mengira kita seirama.
Detik itu, bolehkah aku merasa kecewa?

Ada yang bergemuruh disana.
ketika kamu mengatakan 'Tidak Tahu', katamu.
Tak taukah kau apa artinya?

Denting waktu kuharap tak pernah terjaga.
Karena saat itu juga, ingatanku berkelana.
Masihkah ada tujuh warna yang senada?

Ini tentang kita..





Demanozha
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Hi..

Hi..

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Eccedentesiast Liberosis

Copyright © D E M A N O Z H A | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com