Duniaku runtuh saat itu juga
Ketika dirinya datang untuk memelukku
Ketika tangan hangatnya mulai menyentuh rambutku, seakan menenangkanku
Ketika sorot matanya menyiratkan bahwa dia baik-baik saja, semua akan baik-baik saja
Seketika dadaku mengkerut, aku merasa sesak
Sebentar saja, aku melihat kehangatan di dalam mata teduhnya
Tetapi dalam sekejap, sorot mata itu berubah menjadi cangkang kosong.. lagi?
Aku berbalik menjauh, tapi tangannya lagi-lagi menyentuh rambutku dengan lembut
Aku mulai menerka-nerka, apa yang mengusiknya di dalam sana
Berharap bisa singgah sejenak untuk mengintip, dan mencoba memahaminya
Ingin sekali rasanya membuat kehidupan di matanya ada seperti dulu
Tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya
Aku tidak cukup yakin, aku mampu melakukannya
Demanozha--
