Knowledge exchange atau yang biasa disebut pertukaran pengetahuan merupakan proses berbagi pengetahuan dari seseorang ke orang lain. Individu memiliki tujuan untuk mengubah pengetahuan individu yang ada, selama proses ini, individu belajar dari orang lain. Dalam proses transfer pengetahuan terdapat proses penciptaan pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang saat menjadikan sebuah informasi sebagai pengetahuan untuk dirinya sendiri.
Seiring perkembangan teknologi, banyak
forum yang menggunakan internet sebagai media pertukaran pengetahuan (Knowledge exchange). Dalam forum online anggota dapat meninggalkan pesan atau mendiskusikan topik tertentu dengan anggota lainnya pada waktu yang sama dengan lokasi yang berbeda tanpa harus datang ke suatu tempat tertentu. Salah satu bentuk forum online yang populer belakangan ini adalah quora. Quora mengutamakan konsep tanya jawab dalam aplikasinya, sama seperti Yahoo! Answers dan Ask.fm. Akan tetapi, Quora memiliki keunikannya sendiri yang dapat menghubungkan dengan banyak orang berpengaruh yakni orang-orang terkenal, berpengalaman, dan memiliki keahlian di bidang tertentu, profesional, lulusan S3 hingga peneliti yang ahli dibidangnya masing-masing. Hal inilah yang membuat pengguna tertarik untuk menggunakan quora.
Selain itu, Quora diklaim menyajikan konten tanya jawab berkualitas tinggi (Tang, 2017). Sebab konten tersebut diproduksi dari hasil kolaborasi dan kontribusi pengguna yang merevisi jawaban bersama-sama. Interaksi antar pengguna Quora kemudian menghasilkan pengetahuan baru yang menjangkau beragam topik. Uniknya, konten jawaban tersebut diproduksi oleh profesional dan tidak dipilih secara langsung oleh pembaca, melainkan dipilih dari skema voting, ranking, serta pemberian reputasi. Skema ini membantu mempromosikan informasi berguna, serta mengeliminasi informasi yang tidak berguna secara
objektif dan swadaya (Tang, 2017).
Di dalam interaksi sosial online yang terjadi dikalangan pengguna quora ini mengandung teori modal sosial. Modal sosial dapat didiskusikan dalam konteks komunitas yang kuat (strong community). Modal sosial, termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, alturuisme, gotong royong, jaringan dan kolaborasi sosial. Dua tokoh utama yang mengembangkan konsep modal sosial, Putnam dan Fukuyama memberikan definisi modal sosial. Meskipun berbeda, definisi keduanya memiliki kaitan yang erat (Spellerberg, 1997), terutama menyangkut konsep kepercayaan (trust).
Putnam (1995) mengartikan modal sosial sebagai penampilan organisasi sosial seperti jaringan-jaringan dan kepercayaan yang menfasilitasi adanya koordinasi dan kerjasama bagi keuntungan bersama. Menurut Fukuyama (1995), modal sosial adalah kemampuan yang timbul dari adanya kepercayaan dalam sebuah komunitas. Modal sosial dapat diartikan sebagai sumber (resource) yang timbul dari adanya interaksi antara orang-orang dalam suatu komunitas. Namun demikian, pengukuran modal sosial jarang melibatkan pengukuran terhadap interaksi itu sendiri. Melainkan, hasil dari interaksi tersebut seperti terciptanya atau terpeliharanya kepercayaan antar warga masyarakat.
Trust atau rasa percaya adalah suatu bentuk keinginan untuk mengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakni bahwa yang lain akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan senantiasa bertindak dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung, paling tidak, yang lain tidak akan bertindak merugikan diri dan kelompoknya (Robert D. Putnam, 1993,1995 dan 2002).
Menurut Fukuyama (1995, 2002), trust adalah sikap saling mempercayai di masyarakat yang memungkinkan masyarakat tersebut saling bersatu dengan yang lain dan memberikan kontribusi pada peningkatan modal sosial. Dalam hal ini konsep kepercayaan juga akan terbangun dalam sebuah komunitas online (virtual). Hal ini dikarenakan timbulnya ada rasa percaya yang terjalin antar anggota komunitas virtual yang diawali dengan sikap keterbukaan, kejujuran, kesopanan, dan kesetiaan.
Resiprocity (Saling Tukar Kebaikan),
Sebuah interaksi dapat terjadi dalam skala individual maupun institusional. Selain itu dengan adanya interaksi sosial ini akan banyak hal hal yang akan didiskusikan dengan antar anggota dan antar admin dalam satu komunitas yaitu jenis-jenis informasi yang mereka butuhkan. Dalam proses diskusi tersebut terjadi adanya pertukaran. Modal sosial senantiasa diwarnai dengan adanya kecenderungan saling tukar kebaikan antar individu dalam suatu kelompok atau antar kelompok itu sendiri. Seseorang atau banyak orang dari suatu kelompok memiliki semangat untuk membantu yang lain dalam komunitas tanpa mengharapkan imbalan.
Selaras dengan pendapat di atas, penelitian sosiologis, hubungan yang lemah ternyata lebih membantu dalam hal mencari pekerjaan baru (Granovetter, 1973). Akan tetapi, penelitian tentang pertukaran pengetahuan dalam organisasi telah menyingkapkan hasil yang beragam; Beberapa penelitian mendapati bahwa orang - orang mendapatkan informasi yang lebih berguna dari ikatan yang kuat (Hansen, 1999; Reagans & McEvily, 2003). Levin dan Cross (2004) menunjuk kepada peran penting kepercayaan. Ikatan yang lemah memang sering kali memiliki akses ke informasi baru, tetapi orang-orang lebih suka berpaling pada ikatan yang kuat karena mereka lebih mempercayai mereka, lebih banyak berbicara kepada mereka dan merasa tidak malu sewaktu menyingkapkan kurangnya pengetahuan dengan meminta nasihat.
Levin dan Cross (2004) menemukan hubungan positif antara tie strength dan sadarlah berguna dari pengetahuan yang diterima yang berubah menjadi hubungan negatif ketika memasukkan kepercayaan dalam analisis; Data mereka dapat menjelaskan temuan awal yang tidak konsisten ini. Hasilnya juga memperlihatkan bahwa banyak ikatan lemah saja tidak cukup; Ikatan lemah ini harus dipercaya untuk memanfaatkan pengetahuan mereka. Hal ini cocok dengan kemampuan dan kebajikan/dimensi integritas dalam penilaian dapat dipercaya (Mayer, Davis, & Schoorman, 1995) yang mencerminkan dua dimensi fundamental persepsi orang, kompetensi dan moralitas.
Referensi:
Alam, C. P. (2019). Analisis Kualitas Situs Web Quora Indonesia (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).
Alyusi,Shiefti Dyah . 2017. Media sosial : Interaksi, Identitas dan Modal Sosial. Jakarta: Prenada Media
Faiqoh, U., & Husna, J. (2019). KNOWLEDGE SHARING DALAM FORUM ONLINE: STUDI KASUS GRUP FACEBOOK INLIS-LITE UNTUK PERPUSTAKAAN INDONESIA. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 6(3), 381-390.
Schwan, S., & Cress, U. (Eds.). (2017). The Psychology of Digital Learning: Constructing, Exchanging, and Acquiring Knowledge with Digital Media. Springer. (Chapter 9 Knowledge Networks in Social Media)
Halim, Billy. 2017. Quora, Aplikasi Tanya Jawab yang Direkomendasikan. https://ruangmahasiswa.com/ragam/teknologi/quora/amp/

