Haloo kali ini aku bakal ngebahas novelnya Ilana Tan yang
judulnya In a Blue Moon. Agak telat si emang haha tapi gapapa lah ya. Btw tiga
hari lalu aku habis dari gramed, beli novel ini.. ternyata ini udah cetakan ke
tiga belas loo—wow! Dan aku juga beli novelnya Orizuka yang judulnya apapun
selain hujan. Mungkin lain waktu aku bakal bahas juga. Yaaa seenggaknya sambil
membunuh waktu selama liburan panjang dan sambil menunggu novel Jingga untuk
matahari-ku dateeng—yeyy! Akhirnya novelnya bunda Esti terbit juga setelah
hampir 5 tahun menunggu.
Aku sarankan kalo kalian belum pernah baca novel ini dan ada
rencana buat baca, baiknya JANGAN MEMBACA tulisan ini ya.. takut gak serpreis
haha.. check! Check!
1)
Tema
Oke pertama, cukup baca sinopsisnya aja aku
yakin kalian pasti tau novel ini temanya apa. Cinta—ah! Lebih tepatnya Benci
lama-lama jadi cinta. Dan of course! Di novel ini intinya Cuma satu. Bertemunya
Sophie Wilson dengan Lucas Ford yang kebetulan dulu mereka temen satu SMA yang
pernah punya ‘suatu’ masalah dan sialnya.. mereka di jodohin sama kakek mereka.
Lebih tepatnya Gordon Ford—kakek Lucas yang ngotot untuk menjodohkan mereka.
2)
Tokoh dan Penokohan
Aku kecewa karena disini tidak ada satu
tokoh-pun yang bikin aku jatuh cinta. Aah jadi kangen Alex—Alex Hirano di Sunshine
Becomes You. Tokoh-tokoh di novel ini
sangat mudah untuk di lupakan. Setelah selesai membaca buku ini dan besoknya
mengingat-ingat lagi, praktis aku lupa segalanya haha. Nothing special dari
karakter Sophie dan Lucas. Kalo bicara tentang Lucas, dari karakter yang dia
punya aku Cuma tau ciri-ciri fisiknya yang tinggi, punya mata biru, cakep dan..
apa lagi ya? Hmm mudah jatuh cinta? Haha aku ketawa aja gitu karena aku sendiri
lupa mengambil kesimpulan, nah—Si Lucas ini kapan yaa mulai jatuh cinta sama
Sophie? dan aku harus buka novelnya lagi saking penasarannya-_-. Untuk karakter
ceweknya, Sophie Wilson. Yang aku tau dia itu yatim piatu dan punya tubuh
pendek dan.. oh ya punya dua kakak yang protektif dan super galak! Intinya..
menurutku di novel ini para tokoh-tokohnya kurang dijelaskan atau di gambarkan
karakternya. Coba sebutkan kelemahan Lucas? Takut ketinggian? Kelebihannya?
Pinter masak? Hah! Trus..trus, apalagi?
Selebihnya di novel ini tokohnya Cuma buat
memperpanjang novel ini doang, yaa kayak mbak Miranda si model cantik yang
naksir sama Lucas, trus Adrian yang muncul sebagai mantannya Sophie. Nicholas
temen nya Sophie yang Gay—dan entah kenapa aku ga kaget-kaget banget dengan
kenyataan ini, wkwk. Kedua kakek bersahabat, kedua kakak Sophie, pegawai toko,
dan sebagainya. Aku bingung kenapa aku merasa perlu menjabarkan semua
tokoh-tokohnya haha.
3)
Alur
Alur dari novel ini meurutku udah cukup
bagus, dan teratur. Meskipun dari awal udah ketebak endingnya seperti apa. Tapi
di bab pertama sampe bab keempat sumpah aku boseenn banget. Isinya yaa cuma itu
intinya. Pertemuannya Lucas dan Sophie di nikahannya Tyler. Tapi di bab kelima
ceritanya udah seru, diwali dengan Lucas yang tiba-tiba dateng ke Jump Start
dan yah.. semuanya terasa mengalir seperti air. Tidak begitu membosankan lagi.
Dan di bab tigabelas muncul lagi tokoh baru, Adrian mantannya Sophie sekaligus
saingannya Lucas haha. Padahal di bab ini hubungannya Sophie-Lucas lagi
hangat-hangatnya.
Di ab 27-28 hampir ending, aku mengharap
akan ada sesuatu yang wahh dia acara fashion show nya Miranda. Sempat berpikir
‘waah! Kayaknya ini nih klimaks nya.’ Tapi, setelah menunggu-nunggu tetapi
tidak ada hal yang wah terjadi sampai ending aku mendesah kecewa.. yah Cuma
gini doangg? Gak serpress ah endingnya kurang greget!
4)
Sudut pandang/point of view
Novel ini memakai sudut pandang orang
ketiga. Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan
sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat,
mengomentari bahkan berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah
posisi paling bebas sebebas-bebasnya (cr.google). Kalo baca novel aku emang
paling seneng kalo sudut pandangnya make sudut pandang orang ketiga. Soalnya
kalo make sudut pandang orang pertama malah serasa baca diari daripada novel
haha. So, sudut pandang orang ketiga disini sudah pas menurutku, tidak terlalu
berlebihan sehingga jatohnya malah sok tahu. Memakai sudut pandang orang ketiga
juga ada kelebihannya. Aku jadi bisa tahu perasaan masing-masing tokohnya.
5)
Gaya bahasa
Gaya bahasa nya sih sama seperti
novel-novel Ilana Tan sebelumnya. Baku tetapi ringan dibaca. Tidak terlalu
formal tetapi sopan. Di selingi beberapa percakapan antar tokoh yang
lucu/menghibur, jadi bahasa bakunya tidak terkesan memaksa. I like it!
6)
Amanat
Aku belum menangkap adanya pesan-pesan
tersirat maupun tersurat dari novel ini ha ha ha sorry! Aku terlalu fokus tentang gimana caranya aku cepet-cepet
nyelesain ini novel.
7)
Latar
Udah pasti di New York, Amerika Serikat. Oh
iya Lucas juga pernah ke Chicago reunian sama temen sekolahnya, sama Miranda.
Dan disana dia kena skandal—tettterettt. Tidak ada masalah dengan Latar nya.
Penulis sudah bekerja dengan baik dengan menjelaskan latar tempat-waktu-suasana
se detail-detailnya.
8)
Biografi dan latar belakang penulis
Nggak ada! Ahh padahal aku pertama kali
beli novelnya Ilana Tan bukan Cuma penasaran sama novel ini, tapi juga pengen
baca biografinya. Ahh jangankan biogafi, ucapan terimakasih yang biasanya ada
di awal-awal juga ga ada. Cuma quotes-quotes tentang menulis gitu. Loh katanya
baru pertama kali beli novelnya Ilana Tan, tapi kok tau sama Alex Hirano? Hah!
Yaa taulah.. pertama kali beli bukan berarti pertama kali baca. Aku udah baca
semuaa novel Ilana Tan yang empat seasons sama sunshine becomes you—bangga!
Haha tapi versi pdf nya—hikss!
Dan—begitulah!
Maaf kalo tulisanku ini gajee banget. Aku Cuma
menyampai apa yang aku rasain setelah membaca novel ini saja. Kalo ada yang
kurang-kurang juga sorry bgt. Aku Cuma seorang penulis amatir yang ga ada
kerjaan hahaa. Makasih untuk yang bersedia meluangkan waktu untuk mampir
kesini, byeeee~
