I only become a writer if I feel blue. so, I made this little pink to write once in a while. just enjoy it!

10/21/2017

N-e-n-e-k : Sang Pendongeng

Pendongeng terbaik pengantar tidur, teman curhat di akhir pekan, yang selalu mendoakan aku ketika ujian, yang berkata padaku bahwa dia baik-baik saja dan aku tidak perlu mengkhawatirkannya. Dia yang mengigau namaku di tidurnya ketika merindukanku, dia juga yang sejujurnya adalah sebagian dari tujuan ku, yang paling aku sayang, yang paling aku ingin bahagiakan.

Dia juga tempatku untuk pulang. Dan jika tiba-tiba dia menghilang, aku hanya perlu berpikir bahwa dia masih disana sekarang. Sedang menyapu halaman, sedang memasak didapurnya, atau sedang menonton film india kesukaannya. Aku berusaha yakin, dia masih ada. Aku akan mengunjunginya setiap akhir pekan, Dia adalah orang pertama yang aku cari ketika aku sampai, dia akan menyambutku dengan ciuman di pipi dengan senyum mengembang, lalu seperti biasa dia bertanya apa aku sudah makan, aku datang dengan siapa, dan apa aku akan menginap atau tidak.

Aku juga akan menemaninya ke pasar, aku akan melihatnya ketika dia mengupas bawang, aku akan duduk dengannya di teras depan menunggu senja datang, aku akan bercerita dengannya sepanjang malam, bercerita tentang bagaimana dia bertemu kakek dulu, bercerita tentang betapa nakalnya bapak ketika masih kecil, dan aku akan dengan senang hati mendengarkannya sembari menatap wajahnya yang menerawang.

Lalu keesokannya, dia akan membangunkanku untuk sholat, dia lalu akan membuka jendela kamar, suara decitan jendela dan harum udara pagi yang segar seketika menguar ke seluruh ruangan, setelah itu aku akan mendengar suara gemersik samar, yang aku yakini sebagai bunyi sapu lidi yang bergesekan dengan tanah di halaman. Bunyinya begitu menenangkan, hingga membuatku rindu untuk kembali mendengarnya. Setelah itu dia akan membuatkanku sarapan: Cakalan goreng, sambal terasi pedas, dan tumis labu.

Lalu sorenya, ketika aku akan kembali untuk pulang kerumah keduaku, dia lagi-lagi akan mencium pipiku, aku akan mencium tangannya, dia akan berdiri di sampingku, lalu dia akan berbisik dan berkata : "hati-hati yang penting sampai dengan selamat" aku hanya mengangguk mengiyakan.

Saat aku menulis tentangnya saat ini, dia sedang melakukan kesehariannya seperti biasa, sedang menunggu ku datang di akhir pekan, sedang merindukanku, dan tidak sabar untuk mencium pipiku, seperti biasa.
Aku mencoba meyakini, bahwa dia masih ada.


Demanozha
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Hi..

Hi..

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Eccedentesiast Liberosis

Copyright © D E M A N O Z H A | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com