I only become a writer if I feel blue. so, I made this little pink to write once in a while. just enjoy it!

12/27/2017

Kamu tau? Aku Nggak Sebaik Itu

Jangan mengacuhkan jika tidak ingin diacuhkan, jangan meninggalkan jika tidak ingin ditinggalkan. Itu hukum alam.
Aku sebenarnya orang yang cukup jahat bagi orang yang aku benci. Jika aku memutuskan untuk membenci seseorang, aku tidak akan memandangnya seperti yang sudah-sudah, tapi aku akan tetap menganggapnya kawan, sebatas kenal dan tidak ingin terlibat urusan rumit dengannya. Aku malas bersikap manis, dan mengumbar senyum munafik, karena bahkan orang itu tidak berhak mendapatkannya.
Apa aku tidak boleh membenci? Hah. Maaf ya aku nggak sebaik itu.
Dan untukmu kawanku, aku menulis tentangmu hari ini, terimakasih sudah membuatkanku alasan untuk membencimu




Demanozha
Read More

12/09/2017

The Dreamlace

Warnanya hijau-kemerahan.
Bangunannya megah berkilauan.
Pondasinya tinggi menjulang.
Lantainya seluas cakrawala.
Banyak orang yang ingin sekedar singgah sejenak.
Ada pula yang bermimpi untuk menjadi bagian kemegahannya.
Dia salah satunya.
Gadis desa, yang tergiur dengan kemewahan itu.
Hanya menjadi batu kerikil di halaman bangunan megah itu pun akan dia lakukan.
Menjadi rimbun pohon yang menaungi bangunan itupun dia takkan menolakknya.
Tapi, sejenak dia merasa lupa.
Bahwa bangunan itu sangat istimewa.
Hanya orang-orang terpilih yang sangat di hormati yang bisa melihat bangunan nan megah itu dan menjadi bagiannya.
Dia hanya gadis desa, dan bangunan megah itu mempunyai banyak penjaga di sekelilingnya.
Di pintu megah bangunan itu, berjejer orang-orang terhormat yang menunggu untuk menjadi bagian dari kemegahannya.
Sementara gadis desa itu, diusir bahkan sebelum dirinya merasakan lelah dengan ikut berbaris menunggu namanya terpanggil.




-Demanozha-
Read More

11/07/2017

Rindu?

Malam ini aku merindukannya lagi..
Aku baru saja pulang dari kos temanku pukul 22.00 , Kami mengerjakan tugas bersama dan membuat rujak. Dan saat ini aku ada di kamarku, sedang merenung tentang rasa rujak tadi yang terlau asin..
lalu tiba-tiba saja lamunanku berlanjut kepada sosoknya..
Sore itu, aku menghampirinya di dapur. Dia sedang membuat bumbu rempah untuk lauk kita malam nanti, lalu pandanganku terfokus pada dua toples yang berisi garam.  karena penasaran aku bertanya padanya, begini percakapannya.
"Nek, kenapa kok punya garam sampe dua toples?"
"Iya itu garam yang kasar, garam buat diulek sama bumbu-bumbu, biar nguleknya enak. lekas lembuk."
"oh gitu.."
Aku merindukannya malam ini..
Merindukan tangan keriputnya yang kasar..
Rindu mata sayunya yang menatapku lembut..
Rindu Suaranya ketika memanggil namaku..
Rindu tumis labu masakannya..
Rindu ketika aku menyentuhnya, mencubit lengan keriputnya, memeluk tubuh ringkihnya, dia.. haruskah pergi secepat itu?
Aku merindunya malam ini, dan kurahap besok tidak lagi. Karena merindukannya sama seperti membuka perban pada luka yang belum kering. Tidak sakit, tapi nyeri..




Demanozha
Read More

10/21/2017

N-e-n-e-k : Sang Pendongeng

Pendongeng terbaik pengantar tidur, teman curhat di akhir pekan, yang selalu mendoakan aku ketika ujian, yang berkata padaku bahwa dia baik-baik saja dan aku tidak perlu mengkhawatirkannya. Dia yang mengigau namaku di tidurnya ketika merindukanku, dia juga yang sejujurnya adalah sebagian dari tujuan ku, yang paling aku sayang, yang paling aku ingin bahagiakan.

Dia juga tempatku untuk pulang. Dan jika tiba-tiba dia menghilang, aku hanya perlu berpikir bahwa dia masih disana sekarang. Sedang menyapu halaman, sedang memasak didapurnya, atau sedang menonton film india kesukaannya. Aku berusaha yakin, dia masih ada. Aku akan mengunjunginya setiap akhir pekan, Dia adalah orang pertama yang aku cari ketika aku sampai, dia akan menyambutku dengan ciuman di pipi dengan senyum mengembang, lalu seperti biasa dia bertanya apa aku sudah makan, aku datang dengan siapa, dan apa aku akan menginap atau tidak.

Aku juga akan menemaninya ke pasar, aku akan melihatnya ketika dia mengupas bawang, aku akan duduk dengannya di teras depan menunggu senja datang, aku akan bercerita dengannya sepanjang malam, bercerita tentang bagaimana dia bertemu kakek dulu, bercerita tentang betapa nakalnya bapak ketika masih kecil, dan aku akan dengan senang hati mendengarkannya sembari menatap wajahnya yang menerawang.

Lalu keesokannya, dia akan membangunkanku untuk sholat, dia lalu akan membuka jendela kamar, suara decitan jendela dan harum udara pagi yang segar seketika menguar ke seluruh ruangan, setelah itu aku akan mendengar suara gemersik samar, yang aku yakini sebagai bunyi sapu lidi yang bergesekan dengan tanah di halaman. Bunyinya begitu menenangkan, hingga membuatku rindu untuk kembali mendengarnya. Setelah itu dia akan membuatkanku sarapan: Cakalan goreng, sambal terasi pedas, dan tumis labu.

Lalu sorenya, ketika aku akan kembali untuk pulang kerumah keduaku, dia lagi-lagi akan mencium pipiku, aku akan mencium tangannya, dia akan berdiri di sampingku, lalu dia akan berbisik dan berkata : "hati-hati yang penting sampai dengan selamat" aku hanya mengangguk mengiyakan.

Saat aku menulis tentangnya saat ini, dia sedang melakukan kesehariannya seperti biasa, sedang menunggu ku datang di akhir pekan, sedang merindukanku, dan tidak sabar untuk mencium pipiku, seperti biasa.
Aku mencoba meyakini, bahwa dia masih ada.


Demanozha
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Hi..

Hi..

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Eccedentesiast Liberosis

Copyright © D E M A N O Z H A | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com