Ditengah rasa nyamanku di peraduan
Entah mengapa aku mulai ingin mengenal semua orang
Senyap mulai mengusik dan aku benar-benar ingin keluar
Cuma.. aku terlalu takut untuk menerka bagaimana nanti akan terjadi
Akankah mereka menerima burung yang baru saja keluar dari sangkar?
Matanya menyala-nyala memancarkan keberanian
Aku, dibanding dia hanyalah burung camar yang singgah berharap menemukan pijakan
Rintik hujan hanyalah alasan untuk berteduh sejenak untuk berkeluh kesah
Inginku berhenti singgah dan memilih pijakanku sendiri
Namun, aku tetap saja merasa menjadi burung yang tersesat
Yang akhirnya kebingungan mencari jalan pulang
Demanozha
