Naskah drama ini dibuat untuk keperluan praktek smt 2 Seni budaya. Nah untuk naskah drama smt 1 yang temanya narkoba udah aku post juga. Dan untuk yang ini drama nya bertemakan kerajaan. Silahkan copas tapi cantumkan sumbernya ya. Semoga membantu.. dan maaf kalo naskah nya ini sedikit menyimpang dari cerita aslinya. Enjoy^^
* * * * * *
Alkisah, Pada jaman dahulu kala. Di sebuah negara yang di sebut medang kamulan berdiri sebuah keraton yang bernama 'Keraton Gilingwesi' Dengan Rajanya yang bernama 'Raja
Sangyang tunggal'. Raja tersebut hidup tentram, dan damai bersama tiga permaisuri dan seorang putri yang cantik jelita.
*****
Take 1
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Keraton gilingwesi putri Bendoro Gung bermimpi di tidur lelalapnya. Putri bergerak gelisah di tempat tidurnya. Keringat dingin membasahi keningnya. Kemudian
dengan sekali hentakan sang putri terbangun dengan nafas terengah.
Putri : Hahh! Hahh!! Apa maksud dari mimpi itu? Hahh hhh!
Sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruang tidurnya, sang putri meminum segelas air yang terletak di samping ranjang dengan sekali tegukan. Di tengah usaha sang putri mencoba menormalkan pernapasannya Permaisuri 1 satu masuk ke kamar sang putri dengan wajah kawatir.
Permaisuri 1 : Ada apa anakku? Apa ada yang mengganggu tidurmu?
Putri : Tidak apa-apa ibu, aku hanya bermimpi. Maaf menggangu tidurmu bu.
Permaisuri 1 : Apa yang kau mimpikan sehingga kau berteriak seperti itu?
Putri : Aku.. Aku bermimpi kemasukan rembulan dari mulutku bu, lalu bulan itu terus masuk ke dalam perutku dan tidak keluar lagi. Apa maksud
dari mimpiku itu bu?
Permaisuri 1 : Tenang lah putri. Mimpi itu hanya
bunga tidur. Sekarang lekaslah tidur. Jangan terlalu memiikirkannya.
Putri : Baiklah bu.
*****
Take 2
Hari berganti hari berlalu, sejak saat itu sang putri jatuh sakit. Permaisuri 1 melihat sang putri yang tengah beristirahat di ranjangnya dengan
cemas. Permaisuri memutuskan untuk memanggil tabib kerajaan untuk sang putri.
Permaisuri 1 : Prajurit! Prajurit! Cepat panggil tabib sekarang juga!
Prajurit : Baik Ratu!
Prajurit tersebut meninggalkan kamar sang putri dengan terburu-buru. Di tengah perjalanan
prajurit bertemu permaisururi 2 dan 3 yang menghalangi jalannya.
Prajurit : Mohon ampun Ratu! Saya sedang terburu-buru.
Permaisuri 2 : Heh! Dasar prajurit tak tau diri. Tundukkan kepalamu jika berbicara denganku!
Permaisuri 3 : Memangnya kau mau kemana? Kau prajurit permaisuri 1 kan?
Prajurit : Mohon ampun ratu! Permaisuri 1 meminta saya untuk memanggil tabib karena Putri Bendoro Gung jatuh sakit. Saya mohon undur diri.
Sepeninggal prajurit itu. Permaisuri 2 dan 3 saling menatap satu sama lain dengan curiga. Di kepala mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dengan
sang putri.
Permaisuri 3 : Aku mulai curiga adinda! Jangan-jangan Putri itu hamil! Jika benar begitu kita harus segera memberi tahu kepada Raja. Agar Putri diusir dari istana ini.
Permaisuri 2 : Jangan bodoh adinda! Kita harus mempunyai bukti yang kuat untuk persepsi mu itu, atau kita lah yang akan ter usir nanti.
Permaisuri 3 : Adinda! Semua bukti sudah ada di depan mata. Putri akhir2 ini sering memuntahkan makanannya dan perutnya semakin membesar.
Permaisuri 3 : Jika begitu, ayo kita temukan bukti2 itu dan mengusir putri dari istana ini!
*****
Take 3
Tabib memeriksa keadaan putri Bendoro Gung dan memberinya ramuan-ramuan untuk mengurangi rasa mual sang putri. Di sebelah nya
Permaisuri 1 menatap kawatir Sang putri yang terkulai lemah diranjang. Semetara itu tanpa mereka sadari. Permaisuri 2 dan permaisuri 3 berdiri di pintu kamar Putri yang sedikit terbuka, medengar pembicaraan Permaisuri 1 dan tabib dengan sembunyi2.
Permaisuri 1 : Bagaimana keadaan putriku tabib?
Tabib : Mohon ampun ratu. Dengan sangat menyesal saya menyampaikan bahwa putri Bendoro Gung sedang mengandung.
(Di luar kamar Permaisuri 2 dan 3 : HAHH!!????)
Permaisuri 1 : Apa!? Ba-bagaimana bisa tabib? Bagaimana bisa putti bisa mengandung sementara putriku ini belum bersuami?
Putri : Ibu.. bagaimana.. bagaimana.. aku takut.. ayah akan mengusirku bu..
Permaisuri 1 : Tenanglah anakku.. tabib! Tolong rahasiakan ini kepada raja. Kamu mengerti?
Tabib : Baik ratu! Saya mengerti.
Sementara itu tanpa mereka sadari Permaisuri 1dan permaisuri 2 yang berdiri di depan pintu kamar Putri Bendoro Gung tersenyum jahat!
Permaisuri 3 : Benarkan dugaanku! Ayo adinda kita harus menyampai kan ini kepada Raja.
*****
Take 4
Siang itu, Raja sedang mengadakan jamuan dengan menteri-menteri dan petinggi kerajaan Gilingwesi. Sang Raja duduk di kursi singgasana kebanggannya dengan gagah. Di samping kanannya duduk permaisuri 1 dengan raut gelisah. Sementara tak jauh di sebelah kirinya duduk permaisuri 2 dan 3 dengan rencana jahat mereka.
Raja melihat permaisuri 1 yang terlihat pucat.
Raja : Adinda? Apa yang ada di kepala cantik mu ini? Apa kau sedang sakit? Kau pucat sekali!
Permaisuri 1 : Tidak apa2 baginda. Saya hanya butuh istirahat sebentar.
Melihat kemesraan yang terpampang jelas di depan mata. Permaisuri 3 berdiri dari kursinya menghamipiri Raja.
Permaisuri 3 : Raja! Ada yang ingin saya
sampaikan! Dan ini penting!
Raja : Ada apa adinda, Katakanlah..
Permaisuri 3 : Perlu anda ketahui bahwa saat ini putri sedang sakit dan..
Raja : jika hanya seperti itu aku sudah
mengetahuinya. Bagaimana bisa aku tidak tahu jika putri tersayangku itu sakit?
Permaisuri 2 berdiri dan menghampiri raja.
Permaisuri 2 : Sakit? Apa kau yakin? Putrimu itu sedang hamil! Dan bagiamana bisa kau tidak tahu mengenai kehamilan putri tersayangmu itu?
Raja : Permaisuri! Lancang sekali kau menuduh putriku hamil sementara dia belum bersuami?
Permaisuri 3 : Adinda benar, baginda. Kami sendiri yang mendengar pembicaraan Ratu dengan tabib kerajaan yang memeriksa keaadaan
putri.
Raja : APA!!?? PRAJURIT!!? CEPAT PANGGIL TABIB DAN PUTRI BENDORO GUNG SEKARANG JUGA!!?
Prajurit : Baik Baginda!
Datanglah Putri bendoro Gung dengan tabib yang mengikuti di belakangnya.
Tabib : Mohon ampun raja. Ada apa gerangan baginda memanggil saya?
Raja : Apa benar putri bendoro gung sedang mengandung!? Jawab dan jangan berani-berani
kau berdusta padaku tabib!
Tabib : Mohon ampun raja! Benar. Benar bahwa putri saat ini sedang mengandung.
Raja : APAA!???
Putri : Ampun! Ampun ayah! Sungguh saya tidak tahu mengapa saya menjadi seperti ini. Sungguh ayah!
Raja : (batuk-batuk) Siapa ayah dari anak itu putri!!? Apa kau tahu? Kau sudah mempermalukan aku dan kerajaan ini jika orang2 tahu kau hamil tetapi belum bersuami!!?
Permaisuri 1 : Percayalah padanya kakanda. Ampuni dan kasihani lah putri kita.
Permaisuri 2 : Tidak bisa begitu Ratu!! Anakmu itu telah mempermalukan kerajaan ini!? Apa Kata orang2 nanti jika mereka mengetahui putri mengandung tanpa memiliki suami!
Permaisuri 3 : Benar adinda. Aku setuju denganmu. Seorang putri haruslah bersikap anggun dan bijak. Raja. Aku pikir sebelum rakyat mengetahui
tentang kehamilan sang putri. Raja harus mengusirnya dari istana ini!
Permaisuri 1 : Ratu! Bagaimana bisa kau tega mengusir putri dari istana?
Permaisuri 2 : Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika kita hanya mengusirnya Baginda. Kita harus melenyapkan semuanya sebelum hal ini di ketahui oleh semua orang.
Raja : CUKUPP!! Cepat panggil patih
pranggulang!
Datang lah patih pranggulang yang tergesa2 menghampiri Raja di singgasana.
Patih : Ada apa baginda memanggil saya?
Raja : Aku memerintahkan mu untuk membawa putri ke tengah hutan dan bunuh dia! Dan jangan kembali sebelum kau membawa kepala sang putri.
Mendengar perintah Raja tersebut Sang putri Semakin menangis.
Putri : Tidakk!! Ayah! Maafkan aku! Patih! Lepaskan aku! Ibu! Tolong bu..
Permaisuri 1 hanya bisa menatap iba putrinya sangat berbanding terbalik dengan permaisuri 2 dan 3 yang tersenyum puas.
*****
Take 5
Di tengah rerimbunan pohon pinus yang menjulang tinggi, Patih mengikat tangan sang putri yang terduduk pasrah di rimbunnya rerumputan.
Patih : Maafkan saya putri. Ini adalah titah raja.
Putri : Lepaskan! Lepasan! Patih! Apa kau tega membunuhku dan anak tak berdosa ini!!?
Patih : Maafkan saya putri.
Patih menghunus pedangnya
dan mulai memegang leher Putri tersebut, akan tetapi ketika pedang tersebut sampai ke leher sang putri pedang tersebut terjatuh ke tanah. Setelah kejadian tersebut sang Patih termenung dan berpikir bahwa hamilnya Putri tersebut tentu bukan dari kesalahannya.
Patih : Baiklah. Saya menyerah Putri. Saya yakin hamilnya Putri bukanlah akibat dari kesalahan Putri. Sudi kiranya putri mengikuti saya untuk menghidar dari Raja.
Putri : Terimakasih patih pranggulang! Aku ikut denganmu! Selamatkan aku dan anak tak berdosa ini.
Untuk menyelamatkan sang putri, agar orang-orang di istana tidak mengenalinya Patih Pranggulang menyamar dan mengubah namanya menjadi Kiyai Poleng. Kiyai Poleng membawa sang putri ke laut dan menghanyut kan nya bersama perahu kecil.
Kiyai : Hiduplah dengan tenang putri! Rawatlah anak itu dengan baik!
Putri : Terimakasih! Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk merawat anak ini patih!
Kiyai : Jika kau butuh bantuanku hentakkan kakimu ke tanah dan panggil namaku putri, maka aku akan datang dan menolongmu.
Putri : (Tersenyum)
Hanyutlah perahu kecil yang membawa sang putri bersama dinginnya ombak laut menuju pulau Madhu Oro.
*****
Take 6
Setelah terdampar di sebuah pulau bernama pulau Madhu Oro Kini sang putri dengan Raden segoro hidup dengan tenang di pulau itu. Hari demi hari berlalu Raden Segoro makin tumbuh sehat di tempat itu. Suatu malam tiba perahu-perahu dagang yang berlalu lalang di laut itu serta pedagang2 dalam perahu itu mampir berlabuh disana.
Pedagang 2 : Permisi, adakah orang di sini?
Segoro : Ada apa pedagang? Ada yang bisa kami bantu?
Pedagang 1 : Tidak nak, kami hanya mampir dan ingin beristirahat. Siapa namamu nak?
Segoro : Namaku Raden Segoro. Tunggulah sebentar aku akan memanggil ibuku.
Akhirnya pedagangan itu pun beristirahat di Rumah Raden Segoro selama 3 hari. Di hari kepulangannya dari rumah Raden Segoro Pedagang itu memberikan hadiah untuk Raden Segoro.
Pedangang 2 : Ini.. ambilah. Nak, pemberian yang tidak seberapa dariku ini. Gunakankanlah untuk kebaikan.
Segoro : Terimakasih atas hadiah yang kau berikan padaku, aku janji akan menggunakan ini untuk kebaikan.
Putri : Terimakasih atas hadiahnya, tidak usah repot-repot
Pedagang 1 : tidak merepotkan putri, baik kalau begitu saya pergi dulu.
Putri : iya silakan.
*****
Take 7
Suatu hari, Raden segoro mulai berani bermain-main agak jauh dari ibunya bahkan hingga ditepi pantai. disaat bermain ditepi Iaut datangkah dua ekor ular naga yang teramat besar mendekatinya. Dengan rasa ketakutan ia berlari menuju ibunya.
R segoro : ibu!! Ibu!! Di pantai ada 2 ekor naga! Naga2 itu Besar sekali!!
Putri : Tenanglah anakku! Aku akan memanggil Kiyai Poleng untuk mengusir Naga2 itu.
Tak lama kemudian tiba-tiba saja kiyai poleng muncul. Kmenyuruh Raden segoro untuk menemui dan membanting naga2 itu ke tanah
Kiyai Poleng : Segoro.. Mendekatlah dan lempar naga2 itu ke tanah!
R Segoro : Aku takut Ki, naga itu sangat besar.
Kiyai : Lempar naga-naga itu, jika tidak mereka akan membahayakan mu dan ibumu.
karena paksaan tersebut akhirnya Raden Segoro memenuhi permintaan tersebut. Kemudian dipegangnya dua ekor naga raksasa tersebut dan dibantingkannya ke tanah. Seketika itu juga dua ekor ular naga raksasa tersebut berubah menjadi dua bilah tombak. Kedua bilah tombak tersebut kemudian diberikan kepada Kiyai poleng untuk dibawa menghadap ibunya raden Segoro.
Kiyai poleng : Tombak ini bernama Kijahi Nenggolo dan ini bernama Kijahi Aluquro.
*****
Take 8
Sementara itu. Negara Mendangkawulan sedang terjadi peperangan dari China. Raja medangkamulan berdiri dengan angkuh bersama pasukan2nya di depan raja china yang membawa serta permaisuri dengan prajurit yang tidak kalah banyak.
Raja China : Menyerahlah Medangkamulan! Serahkan daerah kekuasaanmu maka aku akan membiarkan rakyatmu hidup.
Raja Medang : Hadapi dulu aku, jika kau ingin memiliki itu semua!
Ratu China : Liat saja Raja medangkamulan! Kau tidak akan bisa mengangkat dagu mu tingi2 ketika pasukan kami menyerang pasukanmu!
Dengan hitungan detik prajurit Gilingwesi Dan Raja china saling menghunuskan pedang ke masing2 lawan mereka. Pada akhirnya Didalam peperangan tersebut Raja Mendangkawulan berkali-kali kalah sehingga rakyatnya hampir habis terbunuh.
*****
Take 9
Didalam keadaan bingung dan susah tersebut, suatu malam ditengah kegelisahan. Raja mendangkawulan bermimpi.bertemu dengan orang tua.
(Raja : Siapa kauuu?
Orang tua : Wahai baginda Raja, Jika kau ingin menyelamatkan kerajaanmu datangalah ke arah barat daya di pulau Madhu oro. Disitu berdiam seorang anak muda bernama raden Segoro. Mintalah pertolongan darinya.)
Keesokan harinya Raja memerintahkan pepatihnya supaya membawa beberapa prajurit ke Madura sesuai dengan Mimpinya tersebut.
Raja : Patih!!! Cepat bawa Raden Segoro! Katakan aku ingin menemuinya!
Patih : Baik Baginda.
Sesampainya di Madura, Pepatih langsung menemui Raden Segoro yang sedang duduk di teras rumahnya dengan ibunya.
Prajurit : Raja memberikan kami perintah untuk menjemput Raden Segoro untuk ikut menyelamatkan kerajaan yg saat ini berperang melawan negara china.
Putri : Kenapa harus anakku? Dia belum pernah berperang sebelumnya.
Prajurit : Maafkan kami. Ini adalah titah Raja. Dan kami hanya melaksanakan perintah.
R Segoro : Ibu. Ini adalah titah raja. Aku akan pergi bersama Kiyai poleng yang mendampingiku.
Putri : Baiklah.
Kemudian berangkatlah Raden
Segoro, Kijahi Poleng serta prajurit kerajaan menuju Kraton Mendangkawulan dengan membawa pusaka tombak Kijahi Nenggolo. Kijahi Poleng ikut serta akan tetapi tidak kelihatan oleh yang lain kecuali Raden Segoro.
******
Take 10
sesampainya di negara tersebut, Raden Segoro langsung berperang dengan tentara china dengan didampingi oleh Kiyai Poleng.
Kiyai Poleng : Segoro! Lemparkan Pusaka itu ke sarang prajurit China.
Segoro : Baik kiyai!
Sementara itu salah satu prajurit China yang menyadari kedatangan Raden Segoro berteriak.
Prajurit China : Awaaas! Kerajaan medang kamulan mulai menyerang!
Raja china : Atur posisi! Jangan sampai mereka masuk ke wilayah kita!
Raden Segoro Menancapkan pusaka itu ke wilayah Prajurit China. Sebagian dari tentara China mati dan tidak lama kemudian Prajurit yang masih hidup lari meninggalkan negara Mendangkawulan, beserta Raja China dan permaisurinya.
Take 11
Raja Mendangkawulan mengadakan pesta besar untuk merayakan kemenangan perang dan memberi penghormatan besar kepada Raden Segoro.
Raja : Kau telah berjasa karena dengan gagah berani melawan pasukan kerajaan China. Aku sebagai Raja dari kerajaan Medangkamulan memberi gelar "Raden Segoro alias Tumenggung Gemet" untukmu.
Segoro : Terimakasih baginda. Aku merasa terhormat, karena kau memberiku gelar itu.
Raja : Dan juga. Segoro. Aku berniat akan menikahkan putriku dengan mu. Untuk itu aku ingin bertanya. Siapakah gerangan nama ayah dan ibumu.
RSegoro : Mohon ampun baginda, ijinkan saya untuk kembali ke pulau madhu oro untuk menemui ibu saya dan menanyakan nama ayah saya.
Raja : Baiklah. Aku perkenankan kau pergi.
*****
Take 12
Setelah sampai di pulau Madhu Oro. Raden Segoro bergegas menemui Ibunya yang sedang menampah beras di dapur rumahnya.
Segoro : Ibu.. aku datang!
Putri : Oh anakku, apa kau hidup dengan baik di sana? Ibu sangat merindukannmu.
Segoro : Sangat baik bu, kedatanganku kesini ingin membawakan kabar gembira.
Putri ST : Apa itu anakku?
Rsegoro : Ibu, karena aku telah berhasir mengusir Raja China bwserta prajuritnya Raja memberiku gelar Tumenggung gemmet dan berniat menikahkan putri nya denganku.
Putri : Benarkah? Ibu merasa senang. Baik sekali Raja itu.
Segoro : Raja juga menanyakan siapa ayahku. Ibu.. siapa sebenarnya ayah ku?
Putri : A-pa? Kenapa menanyakan hal itu tiba2?
Segoro : Raja menanyakan hal itu bu.
Putri : A-yahmu a-dalah seora-ng siluman, segoro.
Mendengar hal itu Raden segoro Kaget, makaseketika itu pula lenyaplah Putri sangyang tunggal danbm Radensegoro beserta rumahnya yang disebut dengan sebutan Kraton Nepa.
*SELESAI*
Original story By. Demanozha