I only become a writer if I feel blue. so, I made this little pink to write once in a while. just enjoy it!

12/26/2016

[Review, Spoiler Alert!] Ilana Tan - In a Blue Moon

Haloo kali ini aku bakal ngebahas novelnya Ilana Tan yang judulnya In a Blue Moon. Agak telat si emang haha tapi gapapa lah ya. Btw tiga hari lalu aku habis dari gramed, beli novel ini.. ternyata ini udah cetakan ke tiga belas loo—wow! Dan aku juga beli novelnya Orizuka yang judulnya apapun selain hujan. Mungkin lain waktu aku bakal bahas juga. Yaaa seenggaknya sambil membunuh waktu selama liburan panjang dan sambil menunggu novel Jingga untuk matahari-ku dateeng—yeyy! Akhirnya novelnya bunda Esti terbit juga setelah hampir 5 tahun menunggu.
Aku sarankan kalo kalian belum pernah baca novel ini dan ada rencana buat baca, baiknya JANGAN MEMBACA tulisan ini ya.. takut gak serpreis haha.. check! Check!

1)      Tema
Oke pertama, cukup baca sinopsisnya aja aku yakin kalian pasti tau novel ini temanya apa. Cinta—ah! Lebih tepatnya Benci lama-lama jadi cinta. Dan of course! Di novel ini intinya Cuma satu. Bertemunya Sophie Wilson dengan Lucas Ford yang kebetulan dulu mereka temen satu SMA yang pernah punya ‘suatu’ masalah dan sialnya.. mereka di jodohin sama kakek mereka. Lebih tepatnya Gordon Ford—kakek Lucas yang ngotot untuk menjodohkan mereka.

2)      Tokoh dan Penokohan
Aku kecewa karena disini tidak ada satu tokoh-pun yang bikin aku jatuh cinta. Aah jadi kangen Alex—Alex Hirano di Sunshine Becomes You.  Tokoh-tokoh di novel ini sangat mudah untuk di lupakan. Setelah selesai membaca buku ini dan besoknya mengingat-ingat lagi, praktis aku lupa segalanya haha. Nothing special dari karakter Sophie dan Lucas. Kalo bicara tentang Lucas, dari karakter yang dia punya aku Cuma tau ciri-ciri fisiknya yang tinggi, punya mata biru, cakep dan.. apa lagi ya? Hmm mudah jatuh cinta? Haha aku ketawa aja gitu karena aku sendiri lupa mengambil kesimpulan, nah—Si Lucas ini kapan yaa mulai jatuh cinta sama Sophie? dan aku harus buka novelnya lagi saking penasarannya-_-. Untuk karakter ceweknya, Sophie Wilson. Yang aku tau dia itu yatim piatu dan punya tubuh pendek dan.. oh ya punya dua kakak yang protektif dan super galak! Intinya.. menurutku di novel ini para tokoh-tokohnya kurang dijelaskan atau di gambarkan karakternya. Coba sebutkan kelemahan Lucas? Takut ketinggian? Kelebihannya? Pinter masak? Hah! Trus..trus, apalagi?

Kalo kelemahannya Sophie? gak bisa nyetir mobil? Wk kelebihannya? jago buat kue? Atau gampang banget maafin orang? Hah! Dua kali! Dua kali dia dengan gampangnya maafin orang. Pertama Lucas kedua Adrian. Tapi gapapa sih ya sebagai manusia kan kita harus saling memaafkan.       

Selebihnya di novel ini tokohnya Cuma buat memperpanjang novel ini doang, yaa kayak mbak Miranda si model cantik yang naksir sama Lucas, trus Adrian yang muncul sebagai mantannya Sophie. Nicholas temen nya Sophie yang Gay—dan entah kenapa aku ga kaget-kaget banget dengan kenyataan ini, wkwk. Kedua kakek bersahabat, kedua kakak Sophie, pegawai toko, dan sebagainya. Aku bingung kenapa aku merasa perlu menjabarkan semua tokoh-tokohnya haha.

3)      Alur
Alur dari novel ini meurutku udah cukup bagus, dan teratur. Meskipun dari awal udah ketebak endingnya seperti apa. Tapi di bab pertama sampe bab keempat sumpah aku boseenn banget. Isinya yaa cuma itu intinya. Pertemuannya Lucas dan Sophie di nikahannya Tyler. Tapi di bab kelima ceritanya udah seru, diwali dengan Lucas yang tiba-tiba dateng ke Jump Start dan yah.. semuanya terasa mengalir seperti air. Tidak begitu membosankan lagi. Dan di bab tigabelas muncul lagi tokoh baru, Adrian mantannya Sophie sekaligus saingannya Lucas haha. Padahal di bab ini hubungannya Sophie-Lucas lagi hangat-hangatnya.

Di ab 27-28 hampir ending, aku mengharap akan ada sesuatu yang wahh dia acara fashion show nya Miranda. Sempat berpikir ‘waah! Kayaknya ini nih klimaks nya.’ Tapi, setelah menunggu-nunggu tetapi tidak ada hal yang wah terjadi sampai ending aku mendesah kecewa.. yah Cuma gini doangg? Gak serpress ah endingnya kurang greget!

4)      Sudut pandang/point of view
Novel ini memakai sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat, mengomentari bahkan berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi paling bebas sebebas-bebasnya (cr.google). Kalo baca novel aku emang paling seneng kalo sudut pandangnya make sudut pandang orang ketiga. Soalnya kalo make sudut pandang orang pertama malah serasa baca diari daripada novel haha. So, sudut pandang orang ketiga disini sudah pas menurutku, tidak terlalu berlebihan sehingga jatohnya malah sok tahu. Memakai sudut pandang orang ketiga juga ada kelebihannya. Aku jadi bisa tahu perasaan masing-masing tokohnya.

5)      Gaya bahasa
Gaya bahasa nya sih sama seperti novel-novel Ilana Tan sebelumnya. Baku tetapi ringan dibaca. Tidak terlalu formal tetapi sopan. Di selingi beberapa percakapan antar tokoh yang lucu/menghibur, jadi bahasa bakunya tidak terkesan memaksa. I like it!

6)      Amanat
Aku belum menangkap adanya pesan-pesan tersirat maupun tersurat dari novel ini ha ha ha sorry! Aku terlalu fokus tentang gimana caranya aku cepet-cepet nyelesain ini novel.

7)      Latar
Udah pasti di New York, Amerika Serikat. Oh iya Lucas juga pernah ke Chicago reunian sama temen sekolahnya, sama Miranda. Dan disana dia kena skandal—tettterettt. Tidak ada masalah dengan Latar nya. Penulis sudah bekerja dengan baik dengan menjelaskan latar tempat-waktu-suasana se detail-detailnya.

8)      Biografi dan latar belakang penulis
Nggak ada! Ahh padahal aku pertama kali beli novelnya Ilana Tan bukan Cuma penasaran sama novel ini, tapi juga pengen baca biografinya. Ahh jangankan biogafi, ucapan terimakasih yang biasanya ada di awal-awal juga ga ada. Cuma quotes-quotes tentang menulis gitu. Loh katanya baru pertama kali beli novelnya Ilana Tan, tapi kok tau sama Alex Hirano? Hah! Yaa taulah.. pertama kali beli bukan berarti pertama kali baca. Aku udah baca semuaa novel Ilana Tan yang empat seasons sama sunshine becomes you—bangga! Haha tapi versi pdf nya—hikss!



Dan—begitulah!

Maaf kalo tulisanku ini gajee banget. Aku Cuma menyampai apa yang aku rasain setelah membaca novel ini saja. Kalo ada yang kurang-kurang juga sorry bgt. Aku Cuma seorang penulis amatir yang ga ada kerjaan hahaa. Makasih untuk yang bersedia meluangkan waktu untuk mampir kesini, byeeee~ 

0 Comment:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Hi..

Hi..

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Eccedentesiast Liberosis

Copyright © D E M A N O Z H A | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com